Saturday, March 16, 2019
Pengertian dan Karakteristik Opini Publik
Apa pengertian opini publik itu?. Opini publik terdiri atas dua kata, opini dan publik. Kata opini diambil dari bahasa Inggris opinion yaitu berati pendapat. Demikian pula dengan kata publik, kata ini juga diadopsi dari bahasa Inggris public yang berarti masyarakat umum.
Jika dirangkai menjadi satu frase public relations, maka satu frase ini diartikan sebagai hubungan masyarakat. Sedangkan jika dirangkai menjadi frase public adiministrations, maka kata public (Inggris) atau publik (Indonesia) diartikan sebagai negara.
Sebaliknya jika dirangkai menjadi public opinion, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai pendapat umum, atau opini publik. Untuk memahami lebih jauh seputar opini publik, atau pendapat umum itu maka perlu diuraikan makna kata opini atau pendapat dan arti publik atau umum dalam perspektif ilmu komunikasi. Sebagai bagian dari ilmu sosial, maka ada beberapa formulasi yang berbeda terhadap opini maupun terhadap publik.
Opini atau pendapat telah dipahami sebagai jawaban atas pertanyaan atau permasalahan yang dihadapi dalam satu situasi tertentu. Walaupun validitasnya lebih tipis dibanding dengan pengetahuan positif, namun opini atau pendapat lebih akurat jika dibandingkan dengan dugaan.
Opini merupakan expressed statment yang bisa diucapkan dengan kata-kata yang mengandung arti dan segera dapat dipahami maksudnya. Selanjutnya Albig memberikan perumpamaan, bahwa sesuatu yang sudah jelas atau sudah nyata, tidak dapat dipertentangkan untuk melahirkan opini.
Misalnya jika ada seorang anak yang mengatakan bahwa 3×3 = 6, maka hal ini bukanlah sebuah opini, melainkan sebuah jawaban yang salah. Berdasarkan rumusan di atas, opini dapat dipahami sebagai pernyataan yang dikomunikasikan sebagai jawaban atas pertanyaan yang dikomunikasikan sebagai jawaban atas pertanyaan atau permasalahan yang kontroversial.
Pendapat itu harus dinyatakan, sehingga dapat dinilai atau ditanggapi publik. Tanggapan publik semacam ini akan memunculkan proses komunikasi di masyarakat.
Selanjutnya publik dapat diartikan sebagai khalayak media massa (audience ). Publik juga dapat dipahami sebagai sekelompok orang yang menaruh perhatian terhadap masalah yang dilontarkan melalui mas media atau media massa, dan ikut serta dalam proses diskusi yang intensif untuk mencari cara memecahkan masalah yang dihadapi untuk kepentingan umum atau orang banyak.
Dalam hal ini publik tidak sama dengan massa atau crauwd (kerumunan). Bahkan publik merupakan bagian dari masa yang memiliki perhatian dan aktif berproses memecahkan masalah. Publik juga diartikan sebagai individu-individu di dalam kelompok yang memiliki atau diharapkan memiliki opini atau pendapat. Justru itu individu-individu dalam publik memiliki pengetahuan dan keahlian tentang masalah yang akan dipecahkan.
Publik juga dapat dijelaskan sebagai orang banyak yang terhimpun dalam kelompok-kelompok yang sedang menghadapi suatu masalah yang sulit dan kontroversial, serta berusaha untuk mencari solusi dengan melakukan diskusi-diskusi secara tidak langsung. Masalah yang sulit dan kontroversi itu dilontarkan oleh media massa, sebagai implementasi dari adanya kebebasan menyatakan pendapat dan kebebasan pers.
Kesimpulan Opini Publik
Dari semua uraian-uraian di atas. Opini publik dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Opini publik adalah pendapat, sikap, perasaan, ramalan, pendirian, dan harapan rata-rata individu kelompok dalam masyarakat, tentang suatu hal yang berhubungan dengan kepentingan umum atau persoalan-persoalan sosial.
2. Opini publik adalah hasil interaksi, diskusi, atau penilaian sosial antar individu tersebut yang berdasarkan pertukaran pikiran yang sadar dan rasional yang dinyatakan baik lisan maupun tertulis.
3. Isu atau masalah yang didiskusikan itu adalah hasil dari apa yang dioperkan oleh media massa, baik media cetak, media elektronik, maupun media online.
4. Opini publik hanya dapat berkembang pada negara-negara yang menganut paham demokratis. Dalam negara tersebut akan memberikan kebebasan kepada warganya untuk menyatakan pendapat dan sikapnya baik secara lisan maupun secara tertulis.
Sejumlah elemen masyarakat mengajukan pendapat, sikap dan harapan terkait batas ambang pencapresan
Gambar. Sejumlah elemen masyarakat mengajukan pendapat, sikap dan harapan terkait batas ambang pencapresan (Foto: Metro TV)
Unsur-Unsur Opini Publik
Dari beberapa pengertian opini publik di atas, dapat diketahui bahwa opini publik paling kurang memiliki tiga unsur. Pertama, harus ada isu (peristiwa atau kata-kata) yang aktual, penting menyangkut kepentingan pribadi. Kedua, harus ada sejumlah orang yang mendiskusikan isu tersebut, yang kemudian menghasilkan kata sepakat mengenai sikap, pendapat dan pandangan mereka. Ketiga, selanjutnya pendapat mereka itu harus diekspresikan atau dinyatakan dalam bentuk lisan, tertulis, dan gerak-gerik.
Karakteristik Opini Publik
Opini publik sebagai fenomena sosial dan politik khususnya dibidang komunikasi politik memiliki beberapa karakteristik tertentu. Fyord Allport mengumpulkan 17 karakteristik opini publik. Ke 17 karakteristik opini publik tersebut ditulis lengkap sebagai berikut.
1. Opini publik sangat peka (govolig) terhadap peristiwa-peristiwa penting.
2. Peristiwa-peristiwa yang bersifat luar biasa dapat menggeser opini publik seketika dari suatu ekstermis yang satu ke ekstermis yang lain. Opini publik itu baru akan mencapai stabilitasnya apabila kejadian-kejadian dari peristiwa itu memperlihatkan garis-garis besar yang jelas.
3. Opini pada umumnya lebih banyak ditentukan oleh peristiwa-peristiwa daripada oleh kata-kata, kecuali kata-kata itu sendiri merupakan satu peristiwa.
4. Pernyataan lisan dan garis-garis tindakan merupakan hal yang teramat penting dikala opini belum terbentuk dan dikala orang-orang berada dalam keadaan suggestible dan mencari keterangan dari sumber terpercaya.
5. Pada umumnya opini publik tidak mendahului keadaan-keadaan darurat, ia hanya mereaksi keadaan itu.
6. Secara psikologis, opini pada dasarnya ditentukan oleh kepentingan pribadi, peristiwa kata-kata dan lain-lain perangsang mempengaruhi pendapat hanya jika ada hubungan yang jelas dengan kepentingan pribadi itu.
7. Opini atau pendapat tidaklah bertahan lama, kecuali jika orang-orang merasa bahwa kepentingan pribadinya benar-benar tersangkut atau jika pendapat yang dibangkitkan oleh kata-kata dapat diperkuat oleh peristiwa-peristiwa.
8. Sekali kepentingan pribadi telah tersangkut, opini tidaklah mudah diubah.
9. Apabila kepentingan pribadi telah tersangkut, pendapat umum di dalam negara demokrasi cenderung mendahului kebijakan pihak yang berwenang.
10. Jika suatu pendapat didukung oleh suatu mayoritas yang tidak terlalu kuat dan jika pendapat tidak mempunyai bentuk yang kuat pula, maka fakta-fakta yang nyata ada kecenderungan mengalihkan pendapat dari arah penerimaan.
11. Pada saat kritis, rakyat menjadi lebih peka ( govelig) terhadap kemampuan pimpinannya dan apabila mereka mempunyai kepercayaan terhadapnya, maka mereka akan rela untuk lebih banyak memberikan tanggung jawab daripada biasanya, akan tetapi apabila kepercayaan mereka itu kurang, maka toleransi mereka pun akan berkurang dari biasanya.
12. Rakyat akan kurang melakukan penentangan terhadap keputusan-keputusan yang telah diambil dalam keadaan-keadaan darurat (kritis) oleh pimpinannya, apabila dengan cara-cara tertentu mereka merasa diikut sertakan dalam pengambilan keputusan tersebut.
13. Rakyat memiliki lebih banyak pendapat dan berkemampuan membentuk pendapat-pendapat dengan lebih mudah dalam hubungannya dengan suatu tujuan daripada terhadap cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu.
14. Cita-cita mewarnai opini publik sebagaimana halnya juga dengan pribadi. Apabila sesuatu pendapat semata-mata berdasarkan suatu cita-cita kepada suatu penerangan, hal itu cenderung memperlihatkan arah perhatian yang besar sekali terhadap peristiwa-peristiwa.
Daftar Pustaka
https://www.siswapedia.com/pengertian-dan-karakteristik-opini-publik/
Thursday, February 14, 2019
Manajemen Public Relation
Manajemen menurut George R. Terry mempunyai arti sebagai sebuah proses yang khas dan terdiri dari tindakan-tindakan seperti perencanaan, pengorganisasian , pengaktifan & pengawasan yg dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran — sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber – sumber lainnya.
Sehingga manajemen public relations memiliki pengertian sebagai sebuah proses yang khas sebagai usaha perencanaan guna mencapai sasaran oganisasi yang telah ditetapkan berdasarkan kepuasan komunikasi kepada publiknya.
Hal-hal yang diperhatikan dalam manajemen public relations adalah:
- PR melibatkan manajemen problem atau manajemen isu
- PR membantu manajemen agar tetap responsif dan mendapat informasi terkini tentang opini publik
- PR mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani kepentingan publik
- PR membantu manajemen tetap mengikuti perubahan dan memanfaatkan perubahan secara efektif (dalam hal ini, PR sebagai sistem peringatan dini untuk mengantisipasi arah perubahan (trends))
- PR menggunakan riset dan komunikasi yang sehat dan etis sebagai alat utamanya
Tahapan – Tahapan Manajemen
- Perencanaan (Planning)Tahap penerapan tujuan dan standar, penentuan aturan dan prosedur, serta pembuatan rencana dan prediksi akan apa yang akan terjadi
- Pengorganisasian (Organizing)Pengaturan stuktur kepanitiaan, pendelegasian kerja masing-masing bagian, dan penyusunan alokasi anggaran untuk masing-masing bagian.
- Penyusunan Formasi (Staffing)Pengaturan anggota dan sumber daya yang dibutuhkan dan pemantauan kinerja karyaan.
- Memimpin (Leading)Memimpin untuk dijalankannya program sesuai rencana yang telah dibuat.
- Pengawasan (Controlling)Pengontrolan atas jalannya pelaksanaan program.
Peran PR dalam Manajemen Suatu Organisasi
- Mengevaluasi sikap atau opini publik
- Mengidentifikasi kebijakan dan prosedur organisasi atau perusahaan dengan kepentingan publiknya
- Merencanakan dan melaksanakan penggiatan aktifitas PR/humas
Bedasarkan Inward Looking dan Outward Looking, PR dalam manajemen suatu oganisasi mempunyai peran sebagai berikut:
- PENASEHAT AHLI (EXPERT PRESCRIBER)Seorang praktisi pakar public relations yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya (public relationship). Artinya, pihak manajemen bertindak pasif untuk menerima atau mempercayai apa yang telah disarankan atau usulan dari pakar PR (expert prescriber) tersebut dalam memecahkan dan mengatasi persoalan public relations yang tengah dihadapi oleh organisasi bersangkutan.
- FASILITATOR KOMUNIKASI (COMMUNICATION FASILITATOR)Dalam hal ini, praktisi PR bertindak sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya.
- FASILITATOR PROSES PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING PROCESS)Peranan praktisi PR dalam proses pemecahan persoalan public relations ini merupakan bagian dari tim manajmen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasihat (adviser) hingga mengambil tindak kesekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan professional.
- TEKNISI KOMUNIKASI ( COMMUNICATION TECHNICIAN)Peranan communication technician ini menjadikan praktisi PR sebagai journalist in resident yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi atau dikenal dengan methode of communication in organization. Secara teknis komunikasi, baik arus maupun media komunikasi yang dipergunakan dari tingkat pimpinan dengan bawahan akan berbeda dbawahan ke tingkat atasan. Hal yang sama juga berlaku pada arus dan media komunikasi antara satu level, misalnya komunikasi antar karyawan satu departemen dengan lainnya (employee relations and communication media model).
Kegiatan dan Sasaran PR
- Membangun identitas atau citra perusahaan
- Menghadapi krisis
- Mempromosikan aspek kemasyarakatan
- Mempromosikan yang menyangkut kegiatan publik
- Mendukung kegiatan kampanye sosial
Kemampuan Manajer PR
Seorang manajer PR harus memiliki karakter yang merupakan perpaduan seni dengan profesional yang baik dalam kemampuan manajerial, teknis, motivator, komunikator, perencanaan, pelaksanaan, dan hingga mengevaluasi program kerja dsb.
Manajer PR juga haus mempunyai kemampuan sebagai creator, conseptor, mediator, dan problem solver.
Kemampuan untuk dapat menganalisa kebutuhan komunikasi, memberikan saran manajemen, serta merencanakan dan mengimplementasikan pogram komunikasi juga diperlukan.
Ruslan, Rosady. 2010. “Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi : Konsepsi dan Aplikasi”. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Dasar-Dasar Public Relation
sumber dari google startuped.net
Hubungan masyarakat atau Public Relations adalah suatu usaha yang sengaja dilakukan, direncanakan secara berkesinambungan untuk menciptakan saling pengertian antara sebuah lembaga/institusi dengan masyarakat. Humas (PR) adalah sebuah seni sekaligus ilmu sosial dalam menganalisa kecenderungan, meramalkan konsekuensinya, memberikan pengarahan kepada pimpinan institusi/lembaga dan melaksanakan program-program terencana yang dapat memenuhi kepentingan baik institusi maupun lembaga tersebut maupun masyarakat yang terkait.
Public Relations (PR) merupakan fungsi manajemen untuk mencapai target tertentu yang sebelumnya harus mempunyai program kerja yang jelas dan rinci, mencari fakta, merencanakan, mengkomunikasikan, hingga mengevaluasi hasil-hasil apa yang telah dicapainya. Public relation atau hubungan masyarakat masih merupakan bidang baru terutama di Indonesia. Lahirnya public relations seperti yang dipraktekan sekarang ialah karena adanya kemajuan-kemajuan dalam berbagai macam bidang itu. Kemajuan yang sekaligus merupakan juga kekuatan-kekuatan dalam masyarakat, memisahkan manusia kedalam berbagai kelompok atau golongan, yang masing-masing mempunyai tujuan sendiri dan berusaha untuk mencapai tujuan itu dengan sebaik-baiknya.
Berdasarkan hal-hal tersebut, maka dari itu untuk menciptakan kerja sama, public relations merupakan suatu kebutuhan dalam masyarakat dewasa ini, dimana orang-orangnya bergerak diberbagai bidang, misalnya dalam bidang industri, perusahaan, pendidikan, pemerintahan, kerokhanian, social ekonomi, politik perburuan dan sebagainya. Banyak orang tidak percaya dan sulit mempercayai bahwa humas bermanfaat bagi organisasi atau lembaganya, anggapan itu dikarenakan kesalahan penerapan humas itu sendiri, penerapan humas terkadang cenderung tidak terintegrasi dengan bagian yang lain, dan tidak terencana dengan baik , padahal humas tidak beda dengan fungsi manajemen yang lainnya, yang memerlukan perencanaan, pengorganisasian, aksi dan evaluasi, dalam arti kerja humas haruslah terencana dengan baik, dan dirumuskan tujuannya serta ditentukan tingkat keberhasilannya.
Pendekatan public relations memang tidak harus dilihat semata-mata sebagai aparat kelembagaan, seperti dalam wujud Bagian Humas atau Biro Humas. Yang utama, memang, penerapannya sebagai metode komunikasi oleh tiap karyawannya. Mengingat diperlukan waktu panjang untuk mengusahakan tiap karyawan mampu menerapkan public relations sebagai metode komunikasi dalam kehidupan dan kegiatan sehari-harinya, hadirnya public relations sebagai lembaga di lingkungan pemerintah kabupaten dan kota masih diperlukan.
Selain dua pendekatan itu, masih dimungkinkan pendekatan ketiga yakni peran humas dirangkap top manager atau perangkat pemerintah lain. Kemungkinan lainnya, pemerintah mempekerjakan konsultan jasa di bidang public relations yang berada di luar struktur pemerintahan, terus-menerus atau secara insidental. Dalam era ini humas sebagai salah satu fungsi manajemen dalam lingkungan pemerintah kabupaten atau kota perlu tetap dipertahankan bahkan harus ditingkatkan perannya. Peningkatan perannya dengan jalan memperbarui dan menyesuaikan konsep humas pemerintah yang selama ini kita kenal, dan menerapkan konsep public relations dalam manajemen modern selaras tuntutan dan tantangan era Orde Reformasi, era Masyarakat Informasi dan era Otonomi Daerah.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrachman, Oemi. 2001. Dasar-dasar Public Relations. Bandung : Penerbitan PT. Citra Aditya Bakti
Subscribe to:
Posts (Atom)


