Thursday, February 14, 2019

Manajemen Public Relation

Manajemen menurut George R. Terry mempunyai arti sebagai sebuah proses yang khas dan terdiri dari  tindakan-tindakan seperti perencanaan, pengorganisasian , pengaktifan & pengawasan yg dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran — sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber – sumber lainnya.
Sedangkan Public Relations adalah usaha perencanaan untuk mempengaruhi pendapat menjadi karakter yang baik dan tanggung jawab pelaksanaan berdasarkan kepuasan komunikasi dua arah antar sesama. (Scott M.Cutlips and Allen H. Center)


Sehingga manajemen public relations memiliki pengertian sebagai sebuah proses yang khas sebagai usaha perencanaan guna mencapai sasaran oganisasi yang telah ditetapkan berdasarkan kepuasan komunikasi kepada publiknya.
Hal-hal yang diperhatikan dalam manajemen public relations adalah:
  • PR melibatkan manajemen problem atau manajemen isu
  • PR membantu manajemen agar tetap responsif dan mendapat informasi terkini tentang opini publik
  • PR mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani kepentingan publik
  • PR membantu manajemen tetap mengikuti perubahan dan memanfaatkan perubahan secara efektif (dalam hal ini, PR sebagai sistem peringatan dini untuk mengantisipasi arah perubahan (trends))
  • PR menggunakan riset dan komunikasi yang sehat dan etis sebagai alat utamanya

Tahapan – Tahapan Manajemen

  1. Perencanaan (Planning)
    Tahap penerapan tujuan dan standar, penentuan aturan dan prosedur, serta pembuatan rencana dan prediksi akan apa yang akan terjadi
  2. Pengorganisasian (Organizing)
    Pengaturan stuktur kepanitiaan, pendelegasian kerja masing-masing bagian, dan penyusunan alokasi anggaran untuk masing-masing bagian.
  3. Penyusunan Formasi (Staffing)
    Pengaturan anggota dan sumber daya yang dibutuhkan dan pemantauan kinerja karyaan.
  4. Memimpin (Leading)
    Memimpin untuk dijalankannya program sesuai rencana yang telah dibuat.
  5. Pengawasan (Controlling)
    Pengontrolan atas jalannya pelaksanaan program.

Peran PR dalam Manajemen Suatu Organisasi

  • Mengevaluasi sikap atau opini publik
  • Mengidentifikasi kebijakan dan prosedur organisasi atau perusahaan dengan kepentingan publiknya
  • Merencanakan dan melaksanakan penggiatan aktifitas PR/humas
Bedasarkan Inward Looking dan Outward Looking, PR dalam manajemen suatu oganisasi mempunyai peran sebagai berikut:
  1. PENASEHAT AHLI (EXPERT PRESCRIBER)
    Seorang praktisi pakar public relations yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya (public relationship). Artinya, pihak manajemen bertindak pasif untuk menerima atau mempercayai apa yang telah disarankan atau usulan dari pakar PR (expert prescriber) tersebut dalam memecahkan dan mengatasi persoalan public relations yang tengah dihadapi oleh organisasi bersangkutan.
  2. FASILITATOR KOMUNIKASI (COMMUNICATION FASILITATOR)
    Dalam hal ini, praktisi PR bertindak sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya.
  3. FASILITATOR PROSES PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING PROCESS)
    Peranan praktisi PR dalam proses pemecahan persoalan public relations ini merupakan bagian dari tim manajmen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasihat (adviser) hingga mengambil tindak kesekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan professional.
  4. TEKNISI KOMUNIKASI ( COMMUNICATION TECHNICIAN)
    Peranan communication technician ini menjadikan praktisi PR sebagai journalist in resident yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi atau dikenal dengan methode of communication in organization. Secara teknis komunikasi, baik arus maupun media komunikasi yang dipergunakan dari tingkat pimpinan dengan bawahan akan berbeda dbawahan ke tingkat atasan. Hal yang sama juga berlaku pada arus dan media komunikasi antara satu level, misalnya komunikasi antar karyawan satu departemen dengan lainnya (employee relations and communication media model).

Kegiatan dan Sasaran PR

  • Membangun identitas atau citra perusahaan
  • Menghadapi krisis
  • Mempromosikan aspek kemasyarakatan
  • Mempromosikan yang menyangkut kegiatan publik
  • Mendukung kegiatan kampanye sosial

Kemampuan Manajer PR

Seorang manajer PR harus memiliki karakter yang merupakan perpaduan seni dengan profesional yang baik dalam kemampuan manajerial, teknis, motivator, komunikator, perencanaan, pelaksanaan, dan hingga mengevaluasi program kerja dsb.
Manajer PR juga haus mempunyai kemampuan sebagai creator, conseptor, mediator, dan problem solver.
Kemampuan untuk dapat menganalisa kebutuhan komunikasi, memberikan saran manajemen, serta merencanakan dan mengimplementasikan pogram komunikasi juga diperlukan.


Daftar Pustaka
Ruslan, Rosady. 2010. “Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi : Konsepsi dan Aplikasi”. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada

Dasar-Dasar Public Relation

sumber dari google startuped.net






Hubungan masyarakat atau Public Relations adalah suatu usaha yang sengaja dilakukan, direncanakan secara berkesinambungan untuk menciptakan saling pengertian antara sebuah lembaga/institusi dengan masyarakat. Humas (PR) adalah sebuah seni sekaligus ilmu sosial dalam menganalisa kecenderungan, meramalkan konsekuensinya, memberikan pengarahan kepada pimpinan institusi/lembaga dan melaksanakan program-program terencana yang dapat memenuhi kepentingan baik institusi maupun lembaga tersebut maupun masyarakat yang terkait.

Public Relations (PR) merupakan fungsi manajemen untuk mencapai target tertentu yang sebelumnya harus mempunyai program kerja yang jelas dan rinci, mencari fakta, merencanakan, mengkomunikasikan, hingga mengevaluasi hasil-hasil apa yang telah dicapainya. Public relation atau hubungan masyarakat masih merupakan bidang baru terutama di Indonesia. Lahirnya public relations seperti yang dipraktekan sekarang ialah karena adanya kemajuan-kemajuan dalam berbagai macam bidang itu. Kemajuan yang sekaligus merupakan juga kekuatan-kekuatan dalam masyarakat, memisahkan manusia kedalam berbagai kelompok atau golongan, yang masing-masing mempunyai tujuan sendiri dan berusaha untuk mencapai tujuan itu dengan sebaik-baiknya.

Berdasarkan hal-hal tersebut, maka dari itu untuk menciptakan kerja sama, public relations merupakan suatu kebutuhan dalam masyarakat dewasa ini, dimana orang-orangnya bergerak diberbagai bidang, misalnya dalam bidang industri, perusahaan, pendidikan, pemerintahan, kerokhanian, social ekonomi, politik perburuan dan sebagainya. Banyak orang tidak percaya dan sulit mempercayai bahwa humas bermanfaat bagi organisasi atau lembaganya, anggapan itu dikarenakan kesalahan penerapan humas itu sendiri, penerapan humas terkadang cenderung tidak terintegrasi dengan bagian yang lain, dan tidak terencana dengan baik , padahal humas tidak beda dengan fungsi manajemen yang lainnya, yang memerlukan perencanaan, pengorganisasian, aksi dan evaluasi, dalam arti kerja humas haruslah terencana dengan baik, dan dirumuskan tujuannya serta ditentukan tingkat keberhasilannya.

Pendekatan public relations memang tidak harus dilihat semata-mata sebagai aparat kelembagaan, seperti dalam wujud Bagian Humas atau Biro Humas. Yang utama, memang, penerapannya sebagai metode komunikasi oleh tiap karyawannya. Mengingat diperlukan waktu panjang untuk mengusahakan tiap karyawan mampu menerapkan public relations sebagai metode komunikasi dalam kehidupan dan kegiatan sehari-harinya, hadirnya public relations sebagai lembaga di lingkungan pemerintah kabupaten dan kota masih diperlukan.

Selain dua pendekatan itu, masih dimungkinkan pendekatan ketiga yakni peran humas dirangkap top manager atau perangkat pemerintah lain. Kemungkinan lainnya, pemerintah mempekerjakan konsultan jasa di bidang public relations yang berada di luar struktur pemerintahan, terus-menerus atau secara insidental. Dalam era ini humas sebagai salah satu fungsi manajemen dalam lingkungan pemerintah kabupaten atau kota perlu tetap dipertahankan bahkan harus ditingkatkan perannya. Peningkatan perannya dengan jalan memperbarui dan menyesuaikan konsep humas pemerintah yang selama ini kita kenal, dan menerapkan konsep public relations dalam manajemen modern selaras tuntutan dan tantangan era Orde Reformasi, era Masyarakat Informasi dan era Otonomi Daerah.

DAFTAR PUSTAKA
Abdurrachman, Oemi. 2001. Dasar-dasar Public Relations. Bandung : Penerbitan PT. Citra Aditya Bakti